Select Photographer

Sandy Wijaya

Travel Photographer
sandy

Sandy Wijaya adalah seorang fotografer otodidak yang memulai karier fotografinya pada 2001. Pada 2010, dia bergabung dengan Perhimpunan Amatir Foto, klub fotografi tertua di Indonesia. Sandy cukup sering mengembara ke berbagai destinasi eksotis di seluruh dunia terutama di Himalaya, Jalur Sutra, dan Asia. Dia bertualang di jalur yang jarang dilalui, demi mencari cahaya yang mencerahkan dan merasakan budaya lain. Aspirasinya membawanya jauh dari rumah, mengunjungi 92 negara menakjubkan di Timur Tengah, Amerika Latin, dan Eropa.

PERALATAN SANDY
Sandy Wijaya Mendokumentasikan Kehidupan dengan RX100 VII

“Bahkan dengan berbagai macam perangkat lunak yang dimiliki oleh smartphone untuk dibawa ke dunia fotografi, sensor besar masih belum tertandingi. Berkat stacked 1-inch sensor, RX100 VII menangkap gambar dengan kualitas yang lebih baik dengan lebih sedikit noise, depth-of-field yang lebih besar, dan rendering warna yang lebih baik.”

Sandy Wijaya Mendokumentasikan Kehidupan dengan RX100 VII

Sebutkan negara mana saja dan hampir bisa dipastikan Sandy Wijaya sudah mengunjunginya. Bagaimanapun juga, aktivitas fotografinya sudah membawanya ke tak kurang dari 92 negara dalam 20 tahun terakhir.

Fotografer perjalanan Sandy Wijaya suka menggunakan RX100 VII sebagai kamera sekundernya.

Jangan salah mengira Sandy sebagai turis biasa yang menenteng kacamata hitam. Selalu pergi dengan membawa misi, fotografer Indonesia ini bertualang di jalur yang jarang dilalui, menyusuri medan berat di Jalur Sutra atau mendaki wilayah pegunungan di Himalaya. Keberaniannya dalam bertualang telah menghasilkan visual yang paling memukau yang membuatnya mendapatkan popularitas dalam industri fotografi. Dia bahkan memberikan workshop dan tur fotografi di berbagai belahan dunia.

Walaupun kebanyakan bidikan terjadi secara spontan bagi Sandy, namun pendekatan kontemplatifnya terhadap fotografi perjalanan yang membuat visualnya memukau.

Sandy memuji bahwa RX100 VII bukan sekadar “kecil dan tidak mengganggu”, tetapi juga “cepat dan responsif”, “awet” dan “memiliki daya tahan baterai bagus.”
RX100 VII | 35 mm | 1/125 sec | F4 | ISO 800

Dengan jitu dia menjelaskan: “Travel Photography adalah gambar yang mengekspresikan perasaan dari suatu tempat dan waktu, melukiskan suatu negeri, rakyatnya, atau suatu budaya dalam kondisi naturalnya, dan tidak memiliki limitasi geografis.”

Dokumentasi tak terlupakan dengan RX100 VII

Setiap tangkapan hebat memerlukan perangkat hebat untuk mewujudkan visi ini. Sandy memilih Sony RX100 VII untuk ini. Pertama, dia memuji bahwa kamera ini tidak saja “kecil dan tidak mengganggu”, tetapi juga “cepat dan responsif”, “awet” dan “memiliki daya tahan baterai bagus.” Dia juga menyukai pop-up eye-level viewfinder kamera ini.

RX100 VII cukup kecil untuk disimpan dalam saku.
RX100 VII | 24 mm | 1/1000 sec | F8 | ISO 100

Sandy bercerita bahwa RX100 VII cukup kecil untuk disimpan dalam saku, membuatnya dapat menangkap setiap momen tak terduga. Namun yang pasti tidak kecil adalah stacked 1-inch sensor kamera ini yang menangkap foto resolusi tinggi dengan sedikit noise, serta rendering warna lebih kaya dan depth of field yang intens.

RX100 VII's stacked 1-inch sensor stacked 1-inch sensor, RX100 VII menangkap foto resolusi tinggi dengan lebih sedikit noise, rendering warna yang lebih kaya, dan depth of field yang intens.
RX100 VII | 24 mm | 1/250 sec | F3.2 | ISO 1250
Persepsi berbeda dengan zoom berbeda

Selain itu, lensa 24-200mm RX100 VII terbukti ideal bagi kebutuhan dokumenter Sandy dengan rentang zoom yang fleksibel. Dia menceritakan bagaimana dia dapat dengan mudah membidik pemandangan lanskap wide-angle, lalu beralih ke potret close-up wajah seseorang, dengan tetap mempertahankan kualitas tajam memukau.

Lensa 24-200mm RX100 VII terbukti ideal bagi kebutuhan dokumenter Sandy dengan rentang zoom yang fleksibel.
RX100 VII | 200 mm | 1/320 sec | F11 | ISO 400
RX100 VII dapat dengan mudah membidik pemandangan lanskap wide-angle, lalu beralih ke potret close-up wajah seseorang, dengan tetap mempertahankan kualitas tajam memukau.
RX100 VII | 24 mm | 1/640 sec | F11 | ISO 50
Semua tangkapan aksi

Dalam dokumenter perjalanan yang digelutinya, Sandy berhadapan dengan banyak subjek bergerak cepat yang memerlukan respons cepat dari kamera untuk menentukan titik fokus yang tepat. Untungnya, RX100 VII cepat sekaligus responsif, dalam hal operasi fundamental kamera, autofokus, dan burst shooting.

Dia menambahkan: “Kontrol kamera ini intuitif dan disusun dengan baik, sehingga saya tidak kehilangan momen akibat menelusuri menu.”

Sensor citra RX100 VII yang cepat menawarkan hingga 20fps pemotretan kontinu bebas blackout.
RX100 VII | 200 mm | 1/2000 sec | F8 | ISO 200
Dengan bidikan 20fps bebas blackout
RX100 VII cepat sekaligus responsif, dalam hal operasi fundamental kamera, autofokus, dan burst shooting.
RX100 VII | 24 mm | 1/320 sec | F2.8 | ISO 1000
Setiap momen yang ditangkap dengan 90fps Single Burst Shooting RX100 VII. Setiap momen yang ditangkap dengan 90fps Single Burst Shooting RX100 VII.

Kecepatan tinggi RX100 VII dibuktikan oleh 0.02-sec super fast AF yang luar biasa untuk tangkapan sekali seumur hidup. Sensor citra cepat kamera ini juga menawarkan bidikan kontinu 20fps bebas blackout dan hingga 90fps Single Burst Shooting yang mengambil tujuh bidikan cepat secara beruntun.

Real-time Tracking RX100 VII secara otomatis membidik target Sandy dan menjaga fokus konstan, menangkap setiap momen bergerak
RX100 VII | 200 mm | 1/320 sec | F4.5 | ISO 800

Kecepatan tinggi juga didemonstrasikan oleh Real-time Tracking RX100 VII. Fitur ini secara otomatis membidik sasaran Sandy dan menjaga fokus konstan, menangkap setiap momen bergerak dari kendaraan yang melaju kencang atau kuda yang berlari.

Menyorot jiwa

Real-time Eye AF juga memainkan peran yang tak kalah penting dalam karya fotografi Sandy. Fitur ini memungkinkannya untuk berkonsentrasi pada pembingkaian dan penceritaan kisah subjeknya, dengan pemfokusan mata dilakukan otomatis oleh kamera. “Dengan teknologi AF Sony, salah fokus menjadi cerita masa lalu,” dia menambahkan.

Real-time Eye AF juga memainkan peran yang tak kalah penting dalam karya fotografi Sandy.
RX100 VII | 105 mm | 1/30 sec | F5.6 | ISO 1600
Real-time Eye AF RX100 VII membuat Sandy dapat berkonsentrasi pada pembingkaian dan penceritaan kisah subjeknya, dengan pemfokusan mata dilakukan otomatis oleh kamera.
RX100 VII | 200 mm | 1/500 sec | F5.6 | ISO 200

Bersama dengan semua fitur pro kamera ini, keawetan RX100 VII tampak jelas dalam banyak petualangan Sandy, mulai dari daerah tropis dengan kelembaban tinggi hingga daerah es.

Keawetan RX100 VII tampak jelas dalam banyak petualangan Sandy, mulai dari daerah tropis dengan kelembaban tinggi hingga daerah es.
RX100 VII | 24 mm | 1/100 sec | F5.6 | ISO 1000
Bagaimana RX100 VII membawa perubahan

Tak diragukan lagi, Sandy dipandang sebagai fotografer profesional dan serius. Tangkapannya dibuat dengan presisi dan tujuan. Namun, menggenggam RX100 VII mengingatkannya akan kegembiraan memotret dengan kreatif.

“Saya menemukan kembali makna kegembiraan dan kreativitas sejati dalam fotografi,” dia bercerita, secara khusus memuji fitur kinerja kecepatan tinggi, AF efektif, dan rentang zoom yang luas dalam dimensi RX100 VII yang ringkas.

RX100 VII membuat Sandy begitu terkesan sehingga dia merekomendasikan kamera ini sebagai kamera sekunder terbaik kepada para pecandu dan fotografer profesional yang sangat banyak jumlahnya di Indonesia. Dia mengimbau calon fotografer untuk mulai mendefinisikan gaya dan menemukan ceruk pasar mereka. Pendirian yang baik juga merupakan cara jitu untuk menjadi fotografer hebat.

Dia menyimpulkan dengan tepat: “RX100 VII adalah pendamping yang sempurna. Seperti yang sudah saya katakan, ini adalah kamera saku terbaik di dunia.”

Sangkalan: Opini yang diungkapkan dalam publikasi ini adalah dari Sandy Wijaya. Opini tersebut tidak mencerminkan opini atau pandangan dari Sony Singapore.
RX100 VII moments by Sandy Wijaya
RX100 VII Moments by Sandy Wijaya