IDENTITAS RX1 BERLANJUT, TERPADU DENGAN KUALITAS DAN KECEPATAN BARU
PUNCAK FOTOGRAFI KAMERA SAKU
RX1R II menunjukkan perkembangan yang mengejutkan dalam menanggapi permintaan pengguna seraya terus menyandang identitas seri RX1. Sekarang, tim pengembangan produk berbagi kemajuan penting dalam desain flagship Cyber-shot baru yang mengesankan ini.

MASASHI WAKATSUKI

SATOSHI MIYASHITA

TAKUJI YOSHIDA

AKIRA TAKEO

KAZUHITO TANEOKA

SHUNSUKE IKEO

Dengan bertujuan mendapatkan penggambaran alami ditambah sensasi yang berani, menggunakan sensor gambar 42,4 megapiksel efektif dan perluasan ISO 102400 yang meluaskan sensitivitas
RX1R II memang mengagumkan untuk kualitas gambar yang meningkat secara dramatis, berkat sensor gambar CMOS yang diperbarui dan mesin pemrosesan gambar. Dapatkah Anda menjelaskan tentang pengembangan berbagai fitur ini?

Kami mulai membahas konsep model RX1 baru dengan anggota tim yang bersangkutan, tidak lama setelah RX1R diluncurkan. Selanjutnya, kami meluangkan cukup banyak waktu untuk menentukan struktur kamera baru dan melanjutkan pengerjaan desain serta evaluasi. Saat RX1 melakukan penampilan perdananya, tidak ada kamera saku dengan sensor full-frame 35mm, dan kami tertantang untuk menemukan cara demi mempromosikan kamera baru tersebut di pasar. Sebaliknya, RX1R II memiliki contoh - itu adalah perbedaan yang besar. Jadi, kami memutuskan untuk mendengarkan umpan-balik pengguna tentang RX1 dan RX1R dan mencoba mencerminkan permintaan tersebut sebanyak mungkin, jika memang secara teknis bisa ditangani. Terlebih lagi, kami ingin pengguna terkejut dan senang dengan hasilnya. Bagaimana kami mencapai semua sasaran ini? Bagaimana hal ini akan membentuk flagship Cyber-shot yang baru? Kami sibuk memikirkan tentang berbagai tantangan baru.
Lensa ini tidak berubah sejak RX1 generasi pertama. Spesifikasi "35mm F2" yang dimilikinya telah diputuskan dalam pembahasan sebelum penampilan perdana RX1, yang menyimpulkan bahwa lensa yang seimbang dengan baik, sesuai untuk bidikan lanskap, potret wajah, dan bidikan kasual. Karena inilah, kami tidak bermaksud mengubah spesifikasinya. Lensa ini memiliki potensi performa tinggi secara signifikan, dan kami mengakui bahwa resolving power-nya lebih tinggi daripada sensor gambar RX1 full-frame 24 megapiksel. Jadi, alih-alih mengubah lensa, kami memadukannya dengan sensor gambar yang memiliki jumlah piksel lebih tinggi untuk mencapai kesan resolusi yang bahkan lebih tinggi. Sekarang, sensor memberikan 42,4 megapiksel efektif - meningkat secara dramatis dari sensor sebelumnya - sementara mesin pemrosesan gambar yang menangani jumlah data yang sangat banyak, digantikan oleh BIONZ X baru.


Pengembangan sensor CMOS dimulai dengan keinginan kami untuk melakukan inovasi besar guna memanfaatkan sepenuh-penuhnya kepemimpinan teknologi Sony dalam sensor gambar. Ini adalah sensor yang sama yang digunakan pada α7R II - kamera digital Sony dengan lensa yang dapat dipertukarkan - tetapi ini dikembangkan dari awal untuk RX1R II. Karena sensor gambar full-frame harus muat ke dalam chassis RX1 yang ringkas, kami harus menanggulangi sejumlah kondisi optik yang parah, termasuk pengaturan sudut masuk. Dengan mempertimbangkan pembatasan ini sejak awal, kami melanjutkan pengembangan untuk memperoleh spesifikasi dan properti yang diperlukan, bekerja secara dekat dengan Grup Bisnis Solusi Perangkat yang menghasilkan sensor gambar dan Sony Semiconductor Corporation. Secara teknologis, penggunaan sensor tipe cahaya latar - untuk pertama kali di antara sensor 35mm - memungkinkan cahaya masuk dari kisaran sudut masuk sementara optimalisasi desain menyertakan pemasangan sirkuit fungsional dan kecepatan pemrosesan ditinggikan. Walaupun tiap elemen gambar dikurangi ukurannya akibat peningkatan jumlah piksel, namun sensor tipe cahaya latar memungkinkan kemampuan peningkatan pengumpulan cahaya sementara bentuk lensa mikro pada permukaan sensor didesain untuk melintaskan cahaya ke photoreceptors (penerima foto) tanpa terjadi kehilangan.


Karena jumlah piksel sensor meningkat, maka semakin banyak daya yang diperlukan dari mesin pemrosesan gambar. BIONZ X memberikan kemampuan yang lebih tinggi untuk memproses data gambar sebesar 42 megapiksel - serta menangani pemrosesan gambar yang sangat canggih. Contohnya, satu jenis pemrosesan gambar adalah rincian teknologi reproduksi. Malahan, jenis mesin pemrosesan gambar apa pun menampilkan teknologi untuk membuat gambar terlihat lebih tajam dengan menegaskan bagian tepi objek. Karena sifat pemrosesan digital, bagian tepi ini cenderung terlihat agak tidak alami, dan bahkan tampak hitam atau putih. Jadi, kami mengembangkan teknologi untuk menghasilkan gambar yang terlihat alami dalam resolusi tinggi. Selain itu, BIONZ X memiliki fungsi pemrosesan pengurangan difraksi yang mengompensasi gambar buram yang disebabkan oleh aperture diafragma kecil. Teknologi pengurangan noise, juga telah disempurnakan dan memungkinkan pengambilan kualitas gambar yang lebih tinggi daripada yang dicapai melalui prosesor gambar BIONZ terdahulu, tanpa menghiraukan tempat pemotretan, apakah gelap atau terang-benderang.
Walaupun sebagian karakteristik serupa dengan α7R II, namun terdapat banyak penyetelan unik yang hanya ditemukan pada RX1R II. Kami dapat menghasilkan desain penggambaran yang sesuai untuk lensa, berkat kekuatan desain terpadu bodi-lensa RX1R II. Sewaktu kami melakukan sejumlah evaluasi warna dan noise, kami juga mempertimbangkan kepentingan menggunakan indra visual kami untuk mengevaluasi kualitas gambar. Contohnya, kami menangani desain penggambaran dengan mengkritik dan menilai kualitas gambar, memeriksanya melalui hasil cetakan dan layar monitor, serta lingkungan yang dibayangkan, di mana pelanggan melihat foto. Kami bertujuan mendapatkan gambar alami yang bukan "rekaan" secara artifisial dan memiliki sensasi realistis secara jelas - misalnya, merasakan kesan tekstur dalam bidikan barang dan perasaan seakan melayang di udara dalam foto lanskap. Kami bangga dengan kamera yang begitu "rumit", dan bisa menghasilkan penggambaran yang sangat alami.


Menghasilkan penggambaran yang alami melibatkan kesulitan dalam teknologi analog serta digital. Contohnya, sebagian komponen menghasilkan listrik dan noise magnetis, memengaruhi sensor gambar. Noise semacam itu tidak dapat dihilangkan, kecuali kami mengoptimalkan desain papan sirkuit dan penempatan perangkat. Saya berpendapat bahwa, khususnya, karena kamera ini sangat kecil dan memiliki sejumlah batasan teknis yang ketat, maka, dengan meminimalkan noise adalah salah satu tantangan paling tangguh dalam proyek ini.





Ya, tetapi tidaklah mudah untuk secara cepat menyelesaikan masalah. Sensor gambar menerima cahaya, mengubahnya menjadi listrik, dan mengirimkan sinyal. Sensor menangani beberapa fungsi optik serta elektronik, dan terpengaruh oleh noise listrik dari komponen yang lain. Karena pelanggan kami sekarang menggunakan kamera digital di bawah kondisi yang sangat ketat, pekerjaan kami pun semakin berat, tetapi kami bisa menunjukkan keahlian kami melalui semua tantangan ini. Kami mengerahkan segala upaya yang sangat cermat ke dalam pemasangan papan sirkuit di bagian chassis, sehingga menghasilkan kualitas tinggi yang dapat digunakan di atas ISO 100000 secara yakin. Dan kami yakin mengenai hal itu. Fitur terbaik kamera dengan jumlah piksel yang begitu tinggi, merupakan kemampuannya untuk menangkap gambar yang jernih dan alami, bahkan apabila memotret lanskap di malam hari.

Inovasi Sony memungkinkan kamera ini memiliki filter low-pass variabel optik
Kami mendengar bahwa filter low-pass bisa dihidupkan atau dimatikan secara elektronik. Itu merupakan fitur yang sama sekali baru, bukan?

Sejak awal, lensa RX1 memiliki resolving power (daya penyelesaian) yang sangat tinggi, dan karenanya, terdapat sejumlah kasus warna semu dan moiré yang terjadi di bawah kondisi tertentu. Karena jumlah piksel meningkat dari 24 megapiksel menjadi 42 megapiksel pada RX1R II, frekuensi kejadian warna semu dan moiré berkurang secara signifikan. Namun demikian, fenomena ini masih cenderung terjadi. Secara konsekuen, kami sampai pada kesimpulan, bahwa filter low-pass variabel optik memungkinkan pengguna untuk memilih "on" (hidup) atau "off" (mati) untuk pengurangan efek warna semu dan moiré, tergantung kebutuhan mereka.
Karena banyak profesional yang membeli kamera pada kelas ini, sebagian pengguna agak khawatir mengenai kejadian ini. Biasanya, mengubah titik fokus atau sudut pandang, merupakan satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah warna semu atau moiré apabila terjadi selagi memotret foto dengan penempatan kamera tetap (pada tripod, misalnya). Sekarang, kamera membekalkan fungsi baru untuk mengurangi warna semu dan moiré sesuai keperluan tanpa mengubah titik fokus atau sudut pandang - hanya dengan menggunakan filter low-pass variabel optik.
Inilah alasan, mengapa fungsi ini diadopsi. R&D telah mengerjakan filter low-pass variabel optik sebagai tantangan perusahaan, dan pemeriksaan prinsip penemuan ini telah rampung baru-baru ini. Kemungkinan, model kamera yang paling cocok untuk teknologi ini, kebetulan adalah RX1R II. Karena sasaran RX1R II "bertujuan menghasilkan kualitas gambar pada tingkat terunggul", kami ingin para penggunanya menikmati kesan keunggulan resolusi sekaligus memilih pengurangan tingkat unggul dalam masalah warna semu dan moiré. Dengan sendirinya, kami memutuskan agar kamera baru memiliki fungsi baru ini.

Dengan kata lain, pada awalnya, kami tidak berencana menambahkan teknologi ini ke RX1R II, tetapi teknologi tersebut hampir terwujudkan. Karena RX1 dan RX1R merupakan model bersaudara, yang satu memiliki filter low-pass, dan yang satunya lagi, tanpa filter low-pass. Perangkat yang baru dikembangkan ini memungkinkan satu kamera menghasilkan manfaat dari kedua model. Karena fungsi yang baru ditampilkan ini, kami harus memeriksa kembali secara teliti, desain elemen teknologi lainnya, tetapi kami menganggap hal ini sepadan untuk dicoba dan upaya kami membuahkan hasil.

Biasanya, filter low-pass optik umum terbuat dari papan kristal biasa. Namun kali ini, karena filter digerakkan oleh listrik, maka, perangkat lunak dan sirkuit elektronik pun dikembangkan secara baru. Selain itu, karena perangkat ini ditempatkan pada bagian tengah kamera - di balik laras lensa, di bagian depan sensor gambar, dan di samping EVF - perangkat itu sendiri memiliki dampak yang hebat pada keadaan di sekelilingnya. Ini merupakan proses yang sangat jelimet, menyesuaikan arsitektur RX1 tanpa memengaruhi ukuran ringkasnya, jadi, kami bekerja bersama-sama dengan para pengembang terkait lainnya.
Dari segi memproduksi perangkat ini, filter low-pass variabel optik memiliki struktur dasar yang terdiri atas dua papan filter low-pass dan kristal cair yang terselubung di antara keduanya. Meskipun bahan kristal digunakan oleh kamera biasa, namun menyusupkan kristal cair di antara papan filter dimungkinkan oleh teknologi kepemilikan Sony, yang tersedia untuk pertama kali di dunia. Filter low-pass memiliki sifat tipikal yang memungkinkan arah cahaya melintas secara lurus melalui, atau membias, tergantung pada polarisasinya. Kondisi polarisasi ini bisa disesuaikan oleh kristal cair dalam filter low-pass yang baru dikembangkan. Sony memiliki catatan mapan mengenai pengembangan dan produksi massal filter ND variabel, dan perangkat baru ini telah mewarisi teknologi terkait kristal cair dalam perangkat optik untuk kamera.
Pada sisi fungsional perangkat, filter low-pass ini membekalkan pengaturan "standard" - yang memerlukan waktu lama untuk mengembangkannya - selain pengaturan "on" (hidup) dan "off" (mati). Semua ini, sebagian besar bisa ditentukan oleh nilai maksimum dan minimum fisik, sementara tujuan kami yaitu, harus mendapatkan keseimbangan yang tidak kentara nan sempurna, antara kesan resolusi serta kejadian warna semu dan moiré. Karena kristal harus digerakkan dengan presisi yang tepat agar dapat mempertahankan keseimbangan yang sulit ini, kami membahasnya dengan grup kualitas gambar, berupaya mendapatkan cara tindakan untuk mengontrol, memproduksi, dan menentukan penalaan (penyetelan) akhir. Contohnya, pengaturan "off" (mati) mungkin sesuai untuk tampilan pemandangan alam (lanskap), dan pengaturan "on" (hidup), mungkin lebih baik untuk arsitektur dan perlengkapan busana. Namun demikian, warna semu dan moiré tidak mudah dikenali sewaktu memotret. Pada kejadian semacam itu, Anda bisa memilih bracket shooting (pemotretan braket) pada tiga pengaturan filter low-pass yang berbeda-beda - "on" (hidup), "off" (mati), dan "standard" (standar) - dan menikmati pemotretan dengan pikiran yang tenang.

Anda bisa mencapai kecepatan lebih lanjut dengan perasaan baru melalui sinergi antara AF pendeteksian fase permukaan gambar dan desain terpadu bodi-lensa
AF adalah pengembangan hebat lainnya yang dicapai melalui RX1R II. Saya kira, banyak pengguna yang akan menyambut dengan baik keunggulan baru ini.

Sensor RX1R II memiliki fungsi pendeteksian fase permukaan gambar yang memungkinkan pemfokusan segera pada subjek yang ditargetkan, sekaligus membekalkan Fast Hybrid AF yang memungkinkan pendeteksian kontras presisi tinggi. Saya bertanggung jawab atas proses pengonversian nilai pemfokusan yang terdeteksi menjadi data perintah untuk menggerakkan sistem AF dengan mengirimkan data ke unit lensa untuk menggerakkan lensa, untuk pemfokusan yang optimal.
Selain itu, saya juga bertanggung jawab atas sistem AF selama pengembangan RX1, dan saya menyadari, bahwa presisi AF sangat sulit untuk model sensor full-frame, karena ini memerlukan naluri resolusi yang sangat tinggi dan lensa ukuran besar. Untuk mendapatkan presisi yang memuaskan, semua anggota tim bekerja kerja sampai momen terakhir, produk terwujudkan. Saya yakin bahwa RX1 memberikan tingkat kepuasan presisi AF, tetapi pada waktu itu, ada banyak gagasan yang bisa dicerminkan dalam seri RX baru dan kamera lainnya. Terlebih lagi, kami sudah menerima umpan-balik mengenai respons sistem AF dari beberapa pelanggan. Oleh karena itu, anggota tim pengembangan kami ingin meningkatkan sedikit lagi kecepatannya.
Jadi, kami menunggu kesempatan untuk menempatkan sistem AF terkini ke dalam RX1R II. Malahan, sebelum proyek termutakhir ini diluncurkan, sebagian anggota tim sudah mulai mencari sejumlah cara untuk meningkatkan kecepatan kontrol lensa dengan membuat beberapa purwarupa. Terakhir, kami dapat menggunakan pengetahuan tata-cara ini pada produk nyata.


Konfigurasi dasar motor yang disebut "aktuator" yang ditanamkan di dalam unit lensa belum berubah, tetapi algoritmenya, seluruhnya diubah. Peningkatan kecepatan AF dicapai melalui kombinasi tiga sarana teknologi - penggunaan sistem pendeteksian fase permukaan gambar, sensor gambar dan pembaruan mesin pemrosesan gambar, serta algoritme yang baru dikembangkan.

Bisa saya katakan bahwa, sistem AF telah secara dramatis diubah. Jika Anda memegang kamera dan secara aktual menggunakannya, Anda akan mengalami perasaan yang sama sekali baru mengenai perilaku AF. Unit lensa mengandung dua lensa untuk pemfokusan dan memerlukan kontrol presisi tinggi. Namun demikian, karena terdapat peningkatan jumlah piksel pada RX1R II, kedua lensa ini harus dikontrol dengan presisi yang bahkan lebih tinggi dari RX1. Lagipula, karena kecepatan gerakan lensa yang diperlukan lebih cepat dan tingkat presisi yang diperlukan jauh lebih tinggi lantaran pengadopsian baru Fast Hybrid AF, kedua lensa ini memerlukan kontrol yang jauh lebih besar. Apabila pemfokusan otomatis mencapai posisi stop, ini harus sempurna sepenuhnya - kalau tidak, gambar tidak dapat terlihat jernih dan bening dari sudut ke sudut.
Karena kami tidak dapat mengkompromikan performa ini, kami mencurahkan segenap perhatian secara cermat pada kontrol lensa. Karena lensa dan sensor gambar, keduanya mengagumkan, kami harus mencapai sistem AF presisi, yang secara tepat mengontrol lensa. Walaupun kami memanfaatkan desain terpadu lensa-bodi, namun, kalau kami mengambil arah yang keliru, tingkat presisi AF tidak akan cukup tinggi atau bisa menghasilkan noise operasional yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, kami terus melakukan pengujian berulang kali dengan perangkat purwarupa untuk menemukan penalaan terbaik untuk mengontrol lensa dengan cara yang paling sesuai untuk produk ini, sekaligus mempertimbangkan tingkat kualitas target.
Karena kami dapat menyesuaikan unit lensa seperti yang kami lakukan pada kamera dengan desain terpadu lensa-bodi (tidak seperti kamera yang lensanya dapat dipertukarkan), kami dapat menguji gagasan sebanyak yang bisa kami bayangkan. Karena kami dapat menuangkan semua gagasan ini ke dalam RX1R II, saya yakin bahwa performa sistem AF telah mencapai tingkat yang memuaskan.

RX1R II juga memungkinkan penggunanya memilih mode AF-C yang secara konsisten melacak gerakan subjek yang ditargetkan.

Mode AF-C melacak gerakan subjek dan terus melakukan pemfokusan. Sementara itu, karena sensor pendeteksian fase permukaan gambar dapat mendeteksi lokasi subjek, sensor bisa menghindari gerakan lensa yang tidak perlu. Kamera memiliki Pupil AF dan ini bisa digunakan secara serentak dengan mode AF-C. Ini artinya, kamera bisa fokus pada spot terbaik dengan melacak gerakan biji mata, bahkan jika model bergerak sedikit sewaktu pemotretan wajah. Menurut hemat saya, hal ini membuatnya lebih mudah untuk membidik potret wajah yang bagus - contoh lain dari keunggulan ini.

Kami sudah menerima banyak respons positif mengenai sistem AF yang jauh lebih cepat, dibandingkan RX1. Malahan, kami mendengar bahwa seorang pelanggan yang menggunakan RX1 ingin menggantinya dengan RX1R II, karena adanya sistem AF baru ini. Pengguna RX1 yang berpengalaman, bisa lebih memahami perbaikan ini.

Pengembangan sistem AF memungkinkan kontrol lensa presisi yang memengaruhi naluri resolusi. Jadi, saya ingin pengguna "mencicipi" rasa penggambaran ini. Saya menyadari bahwa para anggota tim kontrol AF telah bekerja keras sampai tahap terakhir pengembangannya. Mereka senantiasa memeriksa AF berulang-ulang - meskipun mereka memastikan bahwa segalanya berfungsi baik - karena mereka benar-benar peduli mengenai kualitas. Kami semua merasa puas sekarang. Tapi, tentu saja, kami harus skeptis, karena kami adalah orang teknik...

EVF mencapai keseimbangan realisasi operabilitas dan kesan kualitas, menunjukkan tingkat kontrol kualitas "buatan Jepang"
Ada banyak lagi kemajuan pengembangan lainnya, seperti viewfinder baru dengan popup (sembulan) sekali sentuh dan desain retraksi. Dapatkah Anda menceritakan kepada kami mengenai semua itu?




Rasio pembesaran viewfinder α900 adalah 0,74 dan gambarnya yang serba indah menuai pujian tinggi dari para penggunanya. Sebagian, sebagai penghargaan bagi α900, pembesaran finder RX1R II juga ditetapkan pada 0,74. Seperti α900 yang bertujuan memiliki OVF yang sebaik-baiknya, kami pun bertujuan memperoleh EVF yang sebaik mungkin dalam RX1R II.
Tanpa menghiraukan biaya, lensa kaca dengan indeks refraktif tinggi diadopsi dalam semua elemen optik lensa nyata. Terlebih lagi, dua dari elemen ini merupakan lensa asferis cetakan kaca untuk mencapai pengurangan ukuran yang signifikan pada arah poros optik serta kejernihan yang menggembirakan. Jika Anda melihat sekilas melalui finder, Anda akan segera mengapresiasi kejernihan ini.
Meskipun mengejar performa optik yang lebih tinggi sangat menuntut, namun tantangan tangguh lainnya dalam tahap awal desain yaitu merealisasikan tindakan popup sekali sentuh. Sony memperkenalkan viewfinder tipe popup pertama pada RX100 III, tetapi kami harus membawa desain itu ke tingkat yang ideal sewaktu menciptakan finder untuk model andalan (flagship) RX1R II.

RX100 III memerlukan tindakan dua langkah, karena eyepiece harus ditarik keluar secara manual setelah menyembulkan unit viewfinder untuk memudahkan penayangan. Retraksi viewfinder pun memerlukan tindakan dua langkah pada RX100 III. Tindakan menarik keluar eyepiece juga diperlukan untuk viewfinder RX1R II, tetapi ini didesain supaya pengguna bisa menuntaskan dua tindakan - menyembulkan dan menarik keluar - dalam satu langkah. Ini adalah tantangan teknis signifikan untuk diatasi.
Sebagai gagasan alternatif dini, kami pernah mengusulkan desain dengan tindakan satu langkah untuk penggunaan finder dan tindakan dua langkah untuk retraksi. Namun demikian, setelah memikirkan matang-matang mengenai kenyamanan pengguna, kami sampai pada kesimpulan, bahwa kami harus menyediakan viewfinder yang hanya memerlukan satu tindakan dorongan yang mudah untuk retraksi.
Namun begitu, kami tidak dapat menemukan yang pernah dilakukan sebelumnya untuk referensi dalam membuat finder popup semacam ini - bahkan, bukan dalam bidang lain selain mekanisme kamera. Tapi yang lucu, yaitu pengembang desain mekanisme Sony merasa lebih termotivasi untuk menciptakan sesuatu yang tidak pernah ada sebelumnya.

Para desainer mengemukakan berbagai gagasan dan membuat sejumlah purwarupa, termasuk konsep mekanisme multipel untuk memungkinkan tindakan satu langkah. Namun demikian, jika tuas popup dan komponen lainnya terlihat tidak menarik, kami menolaknya, karena tidak sesuai untuk tingkat kualitas seri RX1. Lambat-laun, kami menentukan untuk menggunakan satu mekanisme, sambil mempertimbangkan berbagai faktor - operabilitas, kesan kualitas, kekuatan/durabilitas, dll.
Mekanisme yang dipilih, berfungsi dengan cara ini. Lengan metalik jenis tuas menggelincir ke atas dan ke bawah di sepanjang rel dan mulai melakukan tarikan hampir pada ujung rel, di mana rangkaian jalur berubah. Dengan mekanisme ini, dorongan ke bawah pada unit finder akan menyebabkan lengan metalik mulai menarik eyepiece ke arah dalam untuk meretraksi unit melalui tindakan satu langkah.
Setelah kami memutuskan struktur dasar, rintangan berikutnya yaitu kesan kualitas tindakan popup. Meskipun mudah untuk menyembulkan (pop up) unit dengan gaya pegas, namun ini menimbulkan bunyi derau sembulan yang nyaring. Untuk merealisasikan gerakan berkualitas tinggi yang sesuai untuk RX1, kami menambah peredam untuk sengaja memperlambat kecepatan popup. Namun demikian, kalau kami melambatkan ini terlalu banyak, ini bisa menunda pemotretan cepat dan mengurangi keinginan pengguna untuk segera melihat di finder. Oleh karena itu, kami perlu menala mekanisme untuk mempertahankan kecepatan pada tingkat yang tidak terlalu cepat maupun terlalu lambat.
Jika Anda mendengar kata "peredam", Anda mungkin memikirkan istilah otomotif. Sesungguhnya, kami melakukan riset mengenai peredam yang digunakan sebagai komponen interior dan pada panel instrumen kendaraan mewah.
Selanjutnya, kami menemukan rintangan lain - menciptakan kesan kualitas ketika menekan unit finder. Kami mengejar kesan ini di seluruh rangkaian tindakan, termasuk bunyi 'klik' saat viewfinder mengunci di tempatnya, di dalam bodi kamera. Sejujurnya, ketika perintah itu datang dari bagian perencanaan produk, kami tidak pernah mengira bahwa kami bisa mencapai tingkat kualitas setinggi ini. Kami harus merealisasikan keseimbangan ideal antara performa finder dan tindakan satu langkah dan membawa kesan kualitas ini hingga maksimal, sementara memungkinkan produksi massal yang konsisten. Semua tantangan ini menyebabkan kami cukup stres.
Selanjutnya, kami menemukan rintangan lain - menciptakan kesan kualitas ketika menekan unit finder. Kami mengejar kesan ini di seluruh rangkaian tindakan, termasuk bunyi 'klik' saat viewfinder mengunci di tempatnya, di dalam bodi kamera. Sejujurnya, ketika perintah itu datang dari bagian perencanaan produk, kami tidak pernah mengira bahwa kami bisa mencapai tingkat kualitas setinggi ini. Kami harus merealisasikan keseimbangan ideal antara performa finder dan tindakan satu langkah dan membawa kesan kualitas ini hingga maksimal, sementara memungkinkan produksi massal yang konsisten. Semua tantangan ini menyebabkan kami cukup stres.

Ada satu hal lagi yang patut dicatat mengenai EVF. Karena terlihat begitu mengagumkan, kami berpendapat bahwa seyogianya kami membekalkan eyepiece cup - meskipun sebagai pelengkap - bagi mereka yang selalu menggunakannya. Jadi, setelah pengembangan kamera, kami mendesain eyepiece untuk pasar, sebagai aksesori pasokan untuk kemasan kamera.

Kami berulang kali membahas jenis bentuk seperti apa yang akan sesuai untuk kamera tanpa mengurangi kesan kualitasnya. Setelah melakukan uji-coba berulang kali untuk memberikan sentuhan gaya yang indah tanpa terlepas secara tidak sengaja, sewaktu kamera sedang digunakan, kami sampai pada kesimpulan bahwa cup harus dipasang dengan kenop kecil, berbentuk seperti perangkat jam yang melingkar. Eyepiece cup itu sendiri dianalisis secara menyeluruh, dan walaupun kami mempertimbangkan kemungkinan bentuk segiempat, namun kami memutuskan pada bentuk bundar untuk memudahkan penampilan dan pas secara nyaman, sekaligus memungkinkan penggunaan kamera pada arah horizontal atau vertikal.

Karakteristik lain yang dimilikinya yaitu monitor LCD tipe miring. Desain ini diwujudkan setelah melakukan sekian banyak pembahasan dan pengujian tentang cara meningkatkan operabilitas sekaligus mempertahankan kesan kualitas semula.

Kami memutuskan untuk menggunakan aloi magnesium untuk monitor LCD tipe miring ini, karena bingkai plastik tidak terkesan cukup padat dan berkualitas tinggi untuk desain RX1. Apabila Anda mendorong kembali LCD tipe miring ke dalam bodinya, monitor kembali ke tempatnya secara apik, berkat magnet selubung. Terlebih lagi, penampilan sisi belakang bodi memang penting, karena ini terlihat apabila panel LCD dalam posisi dimiringkan. Jadi, kami mengerahkan segala upaya di sana. Saya yakin bahwa desain yang terperinci ini memberi RX1R II sensasi kualitas yang langka - yang menonjol di antara kamera saku, termasuk kamera dari produsen lainnya.

Diperlukan lebih dari setengah tahun untuk merampungkan seluruh desain. Kami menghasilkan sejumlah model mock-up untuk melakukan diskusi yang berulang kali.

Keseluruhan siluet RX1R II hampir sama seperti RX1, tapi penempatan lensa sedikit bergeser ke arah pegangan, sehingga ada ruang untuk viewfinder tipe popup. Karena perubahan kecil ini dalam penempatan lensa, kami meninjau ulang mock-up ini untuk mendapatkan tata-letak elemen lainnya yang optimal, misalnya, dial, hot shoe, soket tripod, bentuk pegangan, dll., demi mempertahankan operabilitas penggunanya. Walaupun desain eksternal terlihat hampir sama seperti generasi pertama RX1, namun desain internal diciptakan dari awal, sekali lagi. Dari segi material, kami berulang kali melakukan simulasi analisis kekuatan dan mengadopsi plastik rekayasa yang menguatkan fungsionalitas tinggi untuk mekanisme popup demi mencapai kekuatan dan durabilitas yang sesuai untuk viewfinder RX1 ini.

Satu aspek unik RX1R II adalah desainnya yang terperinci. Kami mencurahkan perhatian secara cermat terhadap setiap bagian kecil, penggunaan material, dan kesan kualitasnya. Kontrol kualitas pun dikejar secara menyeluruh. Semua produk RX1 dibuat di Jepang, menggunakan sistem "clean booth" di seluruh lini produksi, dari memproduksi elemen lensa dan sensor gambar hingga perakitan lensa dan bodi.

Kami mematuhi semua rincian seperti jarak ruang fisik di antara bagian luar. Contohnya, jika tidak ada celah jarak ruangan di antara bodi dan viewfinder, unit finder tidak akan menyembul secara tepat, akibat gesekan. Jika celahnya terlalu besar di antara keduanya, kesan kualitas tidak dapat dipertahankan. Agar mendapatkan jarak ruang minimal yang konsisten, pembuatnya secara manual merakit berbagai komponen melalui penyesuaian satu demi satu secara teliti di pabrik kami, di Jepang. Menurut hemat saya, tingkat penyesuaian ini memang tidak umum untuk kamera biasa,. Tanda yang diukir, seperti logo Sony ditangani secara satu-per-satu oleh pabrik produksi kami yang bekerja sama dengan pembuat komponen. Lebih jauh lagi, "MADE IN JAPAN" (BUATAN JEPANG) diukir pada bagian bawah produk. Saya yakin bahwa kamera ini mewakili kristalisasi sejati teknologi Jepang yang mencerminkan keahlian yang layak dibanggakan.

Memegang. Membidik. Menampilkan. Kepuasan pada semua fase pengoperasian. Kualitas terbaik tersedia setiap saat, di mana saja
Silakan kirim pesan khusus kepada pengguna RX1R II yang berpotensi.

Kebanyakan orang tidak dapat membayangkan, bahwa kamera dengan chassis sekecil ini memuat sensor gambar ukuran penuh dan viewfinder sekelas α900. Tidak bisa dibayangkan! Namun, inilah kamera yang bisa Anda sisipkan ke dalam tas atau dikalungkan di leher Anda. Anda bisa memperlakukannya sebagai kamera saku yang menyenangkan, bukan? Bawalah ke semua tempat yang biasanya Anda harus bersusah-payah menenteng kamera Anda yang lebih besar. Saya ingin Anda menikmati kebebasan "membawa kualitas terbaik ke mana pun, setiap saat."

Saya ingin Anda membawanya dan membidik foto setiap hari. Kamera ini memungkinkan Anda membidik gambar alami kehidupan sehari-hari, alih-alih foto artifisial. Anda bisa menangkap gambar sesuai aslinya, seperti yang sesungguhnya Anda lihat. Alih-alih menciptakan gambar yang tajam secara artifisial, kamera menghasilkan gambar dengan karakteristik frekuensi yang alami. Begitulah kamera dibuat dan yang kami inginkan. Dan, karena bentuknya begitu ringkas, saya ingin Anda menggunakannya sepanjang waktu.

Saya kadang mendaki gunung, dan membawa RX1R II bersama saya, tetapi saya tidak pernah mengalami kesulitan, karena desainnya yang ringkas. Saya membidik lanskap, dan karena kamera ini menggambarkan rincian yang sangat kecil, kamera ini mampu menangkap gambar yang sangat indah dengan polesan akhir yang canggih. Dengan kata lain, kamera ini memungkinkan Anda memperoleh kualitas gambar dari kamera format sedang dengan performa kualitas yang sebaik mungkin, dalam bodi yang begitu ringkas. Bawalah ke mana saja dan benar-benar menikmati fotografi.

Fitur filter low-pass variabel optik merupakan temuan pertama di dunia, melambangkan inovasi Sony. Saya akan merasa senang jika pelanggan merasa gembira dan merasakan kesan premiumnya saat mereka menyentuh RX1R II.

Anda dapat membawanya setiap hari dan membidik foto dengan mudah, seperti jepretan biasa. Saat Anda memegang dan mengarahkan kamera, kamera secara akurat memfokuskan pada subjek, memungkinkan Anda untuk langsung membidiknya. Karena memiliki Pupil AF, kamera ini pun cocok untuk mengambil foto anak-anak, karena lensa 35mm mudah untuk menanganinya dan memungkinkan Anda membidik dari jarak optimal. Saya merekomendasikan Anda membawa kamera ini ketika berjalan-jalan bersama keluarga Anda. Memang, dengan kamera ini, Anda dapat menangkap ekspresi wajah anak yang paling menawan. Tentu saja, Anda juga bisa menggunakan kamera ini dalam beragam luas situasi, termasuk bidikan lanskap serta bidik langsung dan potret wajah. Kamera ini juga memungkinkan penggunanya yang mengambil gambar berbagai subjek untuk menikmati fotografi setiap kali menggunakannya. Dan, kamera ini bahkan membekalkan Fast Hybrid AF untuk membuat film. Cobalah juga untuk membuat film.

Desain dan produksi RX1R II telah banyak menghabiskan waktu dan mengerahkan segala upaya, bukan hanya para desainer, tetapi juga staf produksi. Tiap kamera ini diproduksi dengan upaya yang sangat cermat oleh staf Sony sendiri. Karena kami mencurahkan perhatian yang cermat terhadap kesan kualitas, dan kami ingin Anda "mencicipi" sendiri kualitas ini saat Anda memegangnya. Kami berharap Anda akan menyenangi pengambilan foto dengan menggunakan viewfinder dan monitor LCD, keduanya. Dan, di atas semua ini, saya benar-benar ingin Anda mengalami keasyikan pasca-pemotretan, perasaan yang mengatakan Anda berhasil mencapai presisi tinggi dan penggambaran yang alami dalam foto. Kami telah membuat hampir semua pernak-pernik kamera ini sehingga dapat memberi Anda kepuasan maksimum dalam semua aspek saat mengambil gambar. Kami sungguh berharap Anda menikmati RX1R II sepenuh-penuhnya.