
Anna-Rina
Saya telah menjadi fotografer purna waktu selama hampir 9 tahun dan terus terang, beberapa tahun belakang ini, saya sudah berhenti memotret untuk menyenangkan diri, karena saya tidak lagi ingin direpotkan karena harus membawa DSLR besar, kalau bukan untuk urusan kerja. Saat saya memiliki RX 100 IV, kamera ini memicu kembali hasrat saya untuk memotret apa saja di samping acara pernikahan dan potret wajah.
Sebagian orang mungkin mengatakan apa gunanya kalau Anda sudah punya telepon kamera. Namun dengan mempertimbangkan RX100 IV yang super ringan, bisa dikatakan seukuran telapak tangan saya, dan memiliki kemampuan menciptakan foto yang menghasilkan gambar berkualitas nan memesona, tidak ada alasan bagi siapa pun untuk tidak menentengnya ke mana-mana setiap hari. Bidik beruntun cepat pada kamera ini, dan reaksi cepatnya memungkinkan saya mengambil foto dalam hitungan detik. Bahkan, dalam kondisi rendah cahaya, kamera ini cukup bagus buat saya melakukan bidikan genggam.
RX100 IV jelas merupakan kamera "playtime" harian favorit saya.

Adam Ong
Selama 13 tahun saya menggeluti fotografi, yang selalu saya risaukan adalah soal perlengkapan fotografi dan fleksibilitasnya. Saat memegang RX1R II, terasa pas ukurannya dengan sentuhan yang halus. Model dengan penampilan yang mulus memungkinkan fotografer merasa rileks dan tidak terintimidasi oleh kamera. Kemampuan dan ketajaman Sonnar 35mm memang luar biasa.
Dengan penampilan klasik dan retro, seri RX diperlengkapi dengan teknologi termutakhir. Semua ini membawa saya kembali ke waktu lampau, saat kita masih menggunakan kamera film untuk memotret. Kenangan masa lalu yang menyenangkan!
Pada saat kita menekan tombol rana, kita sendiri harus bergerak sebelum menyentuh orang lain.

Danny Santos
Setiap bidikan yang saya lakukan, entah itu untuk pribadi atau yang dibayar, ini merupakan kesempatan bagi saya untuk mendapatkan bidikan spesial yang bisa saya banggakan...bidikan yang bisa menegaskan saya sebagai seorang fotografer. Pokoknya, saya ingin dapat menciptakan sesuatu yang indah.
Saya memerlukan perlengkapan yang bisa diandalkan - untuk melakukan apa yang diperkirakan. Ada kalanya, pada kesempatan yang langka, Anda mendapatkan subjek sempurna pada momen yang juga sempurna, saya harus tahu, bahwa kamera saya akan membantu mengambil bidikan dengan cara yang sebaik-baiknya. Penanganan ISO tinggi yang luar biasa pada RX1R, bisa dibilang memungkinkan saya membidik dengan baik, bahkan dalam kondisi pencahayaan yang kurang ideal.
Panjang fokus 35mm sungguh serbaguna dan sempurna untuk fotografi jalanan. Anda bisa menggunakannya untuk mengambil bidikan di jalan, atau bahkan potret wajah lingkungan. Tidak terlalu lebar, tidak terlalu zoom-in - pokoknya, pas. Anda juga bisa menyertakan elemen yang cukup dalam gambar untuk membuatnya lebih menarik. Hal itu nyaris mendekati perspektif yang Anda lihat secara kasat mata, membuatnya lebih mudah untuk menyusun sebelum Anda mengangkat kamera dan menekan tombol. Bahkan, sebelum era digital, lensa 35mm telah menjadi lensa yang dibawa oleh sebagian besar fotografer jalanan. Ini merupakan prestasi manis lainnya yang dicapai Sony dengan seri RX.
Melakukan pemotretan di jalan, Anda harus selalu menjaga diri agar tidak terlalu kentara sehingga bisa menempatkan diri Anda di antara kerumunan orang dan tidak menarik perhatian. Hal ini hampir tidak mungkin bisa dilakukan dengan DSLR yang bentuknya besar. Saya telah mencoba kamera saku lainnya, tetapi kualitas gambarnya hampir selalu mengecewakan. Bodi kecil dan sensor besar RX1R dibarengi dengan lensa 35mm F2.0, memang tepat sasaran. Seperti yang mereka katakan, seorang fotografer harus selalu membawa kamera sepanjang waktu. RX1R sempurna untuk ini.

Edwin Koo
Sebagai mahasiswa di bidang jurnalisme, saya diajarkan bahwa "fotografi bisa mengubah dunia". Setelah menjadi fotografer profesional selama 12 tahun, saya masih yakin tentang ajaran itu, kecuali bahwa, fotografi mengubah dunia dengan satu gambar setiap kali. RX1R tidak menarik terlalu banyak perhatian - dan itu sangat penting dalam fotografi dokumenter. Keberadaan yang tidak kentara akan menjamin bahwa pemandangan tetap tidak terganggu, dan memang sebaiknya begitu. Pada umumnya, orang bersikap aversif terhadap fotografi di lingkungan perkotaan, seperti di Singapura. Ukuran, bentuk, dan kesenyapan RX1R membantu mengurangi lingkungan yang tidak bersahabat ini.
Bagaimana saya memperingkatkan Sony dalam bidang penggambaran digital? Tidak tertandingi dalam seri kamera saku.

Kevin Lee
Seperti sekian banyak orang, saya pun tertarik dengan fotografi jalanan, karena dapat diakses dan bersifat demokrasi, dalam artian bahwa saya bisa mengambil kamera dan langsung menanggapi dunia di sekeliling saya. Saya tinggal melangkah keluar untuk mencarinya. Saya selalu tertarik dengan fenomena publik dan dinamika sosial. Fotografi jalanan memberi saya platform yang bebas untuk melihat dan bereaksi terhadap apa yang saya lihat, dengan cara yang sangat pribadi.
Ekspektasi yang terutama dari fotografi saya yaitu, memiliki kamera yang ringan, kecil dan responsif. Seri RX1 dan RX100 persis seperti yang diharapkan.
Saya menyukai bidang penglihatan yang diberikan oleh panjang fokus 35mm. Bagi saya, ini juga sangat fleksibel. Anda bisa mundur selangkah dan membidik pemandangan yang relatif luas dengan beberapa subjek dan elemen, atau Anda bisa maju selangkah dan membidik wajah subjek yang lebih ketat.
Tantangan terbesar yang saya hadapi dalam fotografi adalah performa dan kualitas di bawah kondisi rendah cahaya. Performa ISO tinggi pada seri RX memang hebat, sehingga hal ini memungkinkan untuk menghasilkan gambar yang sangat bagus dari pemandangan di waktu malam dan gelap. Kamera ini juga memungkinkan membidik pada kecepatan rana yang lebih cepat dan aperture (bukaan diafragma) yang lebih kecil apabila diperlukan fokus yang dalam.
Tiga fitur terpenting seri RX:
- Jeda Rana Minimum. Seri RX memiliki salah satu rana dengan respons terbaik di antara serangkaian kamera saat ini. Terdapat jeda rana minimal yang sangat penting ketika membidik dalam fotografi jalanan atau pemandangan di mana berbagai hal yang tidak bisa Anda kendalikan dan subjek bergerak secara terus-menerus.
- Ukuran dan Berat. Seri RX adalah salah satu kamera paling ringan, tidak kentara dan bersahaja, yang tersedia. Hal ini penting untuk jenis fotografi saya. Anda bisa membawanya sepanjang hari, setiap hari, ke mana saja.
- Performa Rendah Cahaya. Memungkinkan keserbagunaan apabila memotret di lingkungan dengan beragam tantangan dan kondisi pencahayaan.
Produk penggambaran digital Sony memang berani, inovatif dan sungguh menggugah. Bukan hanya dalam performa, tetapi juga menyangkut keterjangkauannya.

Wilson Ng
Bukan rahasia lagi bahwa saya lebih menyukai kamera digital mirrorless daripada DSLR sewaktu melakukan perjalanan. Walaupun Sony RX10 II bukan merupakan kamera yang dapat saling bertukar lensa, namun ini sesuai bagi saya sebagai kamera perjalanan yang sempurna. Warna foto yang diambil oleh kamera ini, serba mencengangkan dan aperture F2.8 sangat praktis dalam kondisi rendah cahaya. Pada dasarnya, saya bisa bilang, selamat tinggal lampu kilat. Video gerakan lambat atau pemotretan High Frame Rate adalah sesuatu yang saya gandrungi. Dengan fitur ini, RX10 II melakukan keajaibannya untuk fotografi olahraga. Belum lagi RX10 II yang kedap debu dan kelembapan, jadi, kamera ini boleh dibawa keluar saat gerimis atau dalam perjalanan ke pantai. RX10 II memiliki paket lengkap kamera mirrorless lensa tetap; pendamping sempurna untuk di perjalanan atau penggunaan sehari-hari.

Baron Abas
Pada awalnya, ketika Sony menanyakan, apakah saya ingin mencoba kamera mereka yang memiliki kemampuan 4K baru, saya merasa sangat gembira. Membuat video 4K untuk pertunjukan reality show, dokumenter dan film khusus, saya tahu bahwa 4K adalah masa depan pembuatan film, dan saya sangat menantikan kesempatan ini.
Saat itu tiba ketika saya melihat RX100 IV untuk pertama kalinya. Saya diberi kotak kecil warna jingga dan hitam. Saya mengira bahwa itu adalah aksesori untuk kamera yang sesungguhnya. Pengalaman saya dengan kamera 4K sejauh ini yaitu, kamera tersebut merupakan mesin yang serius berukuran besar, yang memerlukan sebuah tim untuk mengoperasikannya secara optimal. RX100 IV mungil warna hitam pekat, menatap balik dengan sedih kepada saya dari kotak yang baru saja saya buka, seakan-akan ia bisa meraba kekecewaan saya. Saya tidak terlalu terkesan pada awalnya. Memangnya, casing kecil elektronik ini sungguh-sungguh bisa membidik video 4K berkualitas bagus untuk saya?
Beberapa hari kemudian, saya mulai menaruh respek bagi RX100 IV. ini memang merupakan powerhouse mungil yang mampu mengambil gambar yang disesuaikan dengan baik. Saya mengagumi lensa zoom garis lurus Zeiss 24-70mm yang menyertainya. Tidak ada distorsi seperti mata ikan dengan pengaturan ini! Label biru Zeiss secara gamblang tertera pada bodinya yang kecil, suatu testamen atas kualitas yang bisa Anda harapkan. Video yang dihasilkan RX100 IV terlihat tajam dan jernih, tidak ada keraguan tentang itu. Aperture F1.8 hingga F2.8 berarti bahwa saya mendapatkan depth of field (ketajaman ruang) dangkal yang bagus saat membutuhkannya. Tapi, apakah ini akan mampu bertahan untuk proyek video di dunia nyata?
Kami harus membuat film promosi untuk tim gerak cepat kami yang terkenal, yang disebut AOXM (Art Of Extreme Movement). Alur cerita mengharuskan kami berlari dengan para pelacak (atlet gerak cepat) dan membidik mereka. Kami juga diharapkan untuk membuat film gerakan lambat dalam laju bingkai tinggi untuk menyoroti pergerakan akrobatik mereka. Tampaknya, proyek untuk AOXM ini mengisyaratkan kami untuk memiliki RX 100 IV. Pertanyaan sekarang yaitu, bisakah kamera ini membuktikan performa seperti yang diiklankan? Jawaban singkatnya, RX100 IV melampaui semua ekspektasi saya. RX100 IV yang ringan memberi kami energi untuk berlari dan membidik tanpa merasa kelelahan.
Saya juga sangat menyukai tombol tactile (peraba) dan antarmuka pengguna yang sekarang merupakan hal umum pada semua kamera Sony. Pengaturan dan fitur mudah diakses secara naluri, sehingga kami bisa bekerja cepat dan fokus pada aspek kreativitas pembuatan film. Mode HFR adalah fitur yang berguna untuk dimiliki. Kami terpana mengamati saat para pelacak kami melakukan ketangkasan mereka dalam gerakan lambat yang gemulai.
Saya juga sangat senang dengan video 4K dari RX100 IV. Pembuatan film dalam 4K memberi kami ruang yang sangat banyak untuk membingkai ulang dan menskala ulang cuplikan film saat proses finishing pada rentang waktu full HD. Cuplikan film 4K, juga lebih tangguh untuk gradasi warna. RX100 IV juga mendampingi saya pada acara Kampung Quest, reality show petualangan dua minggu di hutan. Kami membuat film, terutama di luar ruangan, pada malam hari di tepi sungai, di bawah taburan bintang. Melalui pengalaman yang seru dan penuh kejutan, RX100 IV terbukti merupakan pendamping yang tangguh serta tabah bagi pembuat film. Saya akan merekomendasikan RX100 IV dibawa dalam perjalanan, untuk merekam petualangan Anda. Anda mendapatkan lensa zoom indah, perekaman HFR dan video 4K dalam kemasan kecil yang menawan ini. Selain itu, kamera ini juga bagus untuk dimiliki, untuk mengerjakan produksi video yang serius.

Tavepong Pratoomwong
Sudah beberapa lama saya tertarik dengan fotografi, makin lama saya menjadi penggila perlengkapan kamera. Saya hampir berhenti memotret pada akhir 2013, tetapi istri saya memberi kejutan hadiah ulang tahun pernikahan kami berupa tiket ke Varanasi, India. Perjalanan itu merupakan titik balik yang memicu saya untuk memotret lagi.
Saya sangat senang mengambil foto. Ini adalah cara meditasi saya, hal ini menghentikan saya dari kekacauan yang memperlambat aktivitas saya. Saya senang menceritakan kisah dengan foto-foto saya, tetapi pekerjaan tetap saya sehari-hari mencegah saya untuk sering-sering mengambil foto dan melakukan perjalanan yang lama. Jadi, fotografi jalanan merupakan jawaban saya. Saya bisa memotret apa pun di sekeliling saya setiap saat.
Kamera seri RX banyak membantu saya, karena ukuran dan mobilitasnya sungguh berarti bagi para fotografer jalanan. Momen spesial bisa terjadi kapan saja, dan akan sangat disayangkan kalau saya tidak memiliki kamera kecil yang bagus untuk menangkap momen khusus tersebut. Selain itu, ukurannya yang mungil mengurangi perhatian subjek. Banyak orang yang tidak pernah melihat saya mengambil foto mereka. RX1R II paling baik untuk kualitas foto, bisa dibandingkan dengan Sony A7 II, dan panjang fokus 35mm-nya yang populer bagi para fotografer jalanan. Kalau saya membutuhkan kisaran variabel yang lebih besar, saya menggunakan lensa 24-70mm V dari RX100. Lensa ini memberi saya lebih banyak opsi, dan dengan kemampuan membidik pada 24 fps, Anda tidak akan lagi melewatkan aksi terbaik.

Dusit Semangeon
Sebagai juru kamera dokumenter berita yang mengambil foto dan merekam video, saya membutuhkan kamera yang bisa diandalkan dan praktis. Tidak seperti iklan TV atau film yang memerlukan kamera besar dengan banyak lensa dan aksesori, bagi saya kecepatan adalah kunci utama untuk membuat film dokumenter.
RX10 III memenuhi kebutuhan saya secara sempurna - hanya menambahkan mikrofon shotgun, dan saya siap bekerja dengan RX10 III dengan lensa setara 29 - 600mm. Hal ini memberi saya lebih banyak keleluasaan, karena saya tidak perlu lagi membawa atau menukar di antara begitu banyak lensa yang serba berat, yang bisa menyebabkan saya kehilangan peluang untuk mengambil foto atau merekam video. Selain itu, sistem stabilisasi SteadyShot membantu saya merekam video secara mantap dan tidak goyang, tanpa harus menggunakan tripod atau stabilizer eksternal, yang berat dan merepotkan.
Fleksibilitas RX10 III memberi saya peluang yang lebih besar untuk menangkap berbagai foto dan tidak sekalipun melewatkan peristiwa yang penting. Terlebih lagi, saya bisa secara cepat dan mudah beralih antara merekam video dan mengambil foto, lalu mengirimkannya ke ponsel saya untuk dilampirkan pada email atau menayangkannya pada sosial media.
Yang tak kalah penting yaitu, pada saat saya membutuhkan video yang kualitasnya lebih tinggi, RX10 III memungkinkan saya merekam pada resolusi 4K dengan profil S-Log.

Hoang The Nhiem
Saya telah menjadi fotografer profesional sejak tahun 1995, dan pada semua perjalanan saya ke berbagai lanskap alam nan indah di negara saya dan di seluruh dunia, kamera full frame Sony belum pernah gagal menghasilkan gambar berkualitas tertinggi bagi saya. Dan, dengan diperkenalkannya RX10 IV dan RX100 V, sekarang saya bisa meraih impian saya, mengabadikan keindahan kehidupan sehari-hari setiap saat, dalam pemburuan saya memotret gambar serba indah yang tak ada habis-habisnya.
Berkat ukuran kamera yang ringkas, kecepatan rana super cepat, kemampuan fokus otomatis yang tepat dan pengaturan pemotretan fleksibel, saya mampu mengabadikan sekian banyak bidikan kehidupan sehari-hari yang sangat berharga. Selain itu, kemampuan RX 100 untuk membidik pada ISO tinggi dan tanpa bunyi derau rana, memungkinkan saya membidik di lingkungan yang memerlukan privasi, mobilitas, dan kondisi rendah cahaya.
Dengan kamera RX, saya bisa mengatakan bahwa Sony telah menciptakan alat penghasil gambar digital yang sempurna, tak ada tandingannya di segmen kamera saku. Semua kamera itu adalah sahabat saya yang akan selalu berada di dalam saku saya, ke mana pun saya pergi.

Tommy
Saat pertama kali membidik foto, banyak orang menyarankan agar saya menentukan ingin menjadi jenis fotografer apa nantinya, spesialis portrait, landscape, food atau lainnya. Akan tetapi bagi saya, kita bisa saja memilih lebih dari satu jenis. Bagi saya, fotografi adalah cara mengambil kenangan yang indah, jadi saya memutuskan untuk mengambil gambar apa pun yang menarik, baik itu kopi, hewan peliharaan, perjalanan, pemandangan indah, atau pengalaman mengensankan dalam hidup saya.
RX100v sangat cocok dengan kebutuhan fotografi sehari-hari saya. Dengan bentuk yang ringkas dan jangkauan lensa 24-70 mm, saya dapat menjepret subjek apa pun. Fitur autofokus yang cepat dan mode burst 24 fps menjadi jaminan tidak akan ada momen penting yang terlewatkan, sehingga ada jauh lebih banyak kesempatan yang bisa Anda bayangkan.
Selain fotografi, saya juga sangat tertarik dengan videografi. Dengan adanya teknologi seperti S-Log pada RX100v, kamera ringkas ini menjadi pilihan praktis untuk merekam video - kini, kita dapat menggunakan kamera sekecil ini untuk aplikasi paling canggih. Menurut saya, kamera ini sangat cocok untuk kebutuhan fotografi sehari-hari maupun profesional.

Pinneng
Saya sangat beruntung tinggal di pusat kehidupan laut dunia: Indonesia. Semenjak berhenti karena biaya produksi fotografi film yang "mahal", Saya membeli kamera saku digital pertama untuk underwater karena saya hanya ingin berbagai apa yang saya lihat saat menyelam.
Saya terus mencoba teknik baru dan mengekspresikan diri saya melalui fotografi dengan sedikit menyimpang dari metode fotografi underwater konvensional. Saya memenangkan beberapa kompetisi foto bawah air internasional dan nasional.
Menjadi fotografer in-house untuk majalah selam Indonesia telah membentuk keahlian dan pengetahuan saya tentang fotografi jurnalistik underwater. Pengalaman ini juga mengantarkan saya ke dunia fotografi profesional.
Sejak tahun 2014, saya memulai channel Youtube yang bernama "Wet Traveler" sebagai co-founder. Saya menghabiskan sebagian besar waktu saya membuat video underwater.
Pengalaman ini membawa saya ke lebih dari 25 destinasi selam, ratusan titik menyelam dan ribuan penyelaman.
Ketika hendak merilis RX100V yang baru, Sony Indonesia meminta saya mencoba kamera yang luar biasa ini. Kamera andalan berukuran kecil ini melebihi ekspektasi saya terkait kamera saku. Tidak hanya kemampuannya dalam cahaya yang rendah dan kecepatan autofokusnya yang memang sudah terkenal dari Sony, profil warna S-Log2 yang Sony tanam di dalamnya juga sangat membantu saya menghasilkan video underwater sekelas professional. Untuk fotografi, RX bisa memainkan peran penting dalam macro dan wide angle.
Di daratan, RX yang ringan sangat sempurna bagi kami -para traveler- Cukup masukkan di saku samping tas ransel lalu tarik dan dalam hitungan detik, kamera siap beraksi.
Kini, RX100v adalah kamera bawah air kedua saya setelah A7Rii. Kamera ini masih baru dalam gudang senjata fotografi saya, namun RX pastinya akan menjadi sahabat selam yang bisa andalkan hingga bertahun-tahun ke depan.