
Nick Ng

Nick adalah seorang fotografer perjalanan dan dokumenter yang memenangkan penghargaan, berkedudukan di Kuala Lumpur, dan berbagai karyanya telah diakui secara internasional. Ia juga telah dua kali memenangkan Sony World Photography Awards yang bergengsi, dan karyanya dipamerkan serta diterbitkan secara lokal dan internasional. Kecintaannya terhadap fotografi diawali secara kebetulan ketika ia membeli kamera pertamanya untuk keperluan praktik dokter gigi pada tahun 2008, dan tak lama kemudian, ini menjadi penghayatannya secara mendalam.
Kecintaannya terhadap fotografi perjalanan dan orang, membuatnya semakin dalam menghayati sudut pandangnya terhadap orang-orang yang ia jumpai, dan keadaan sekeliling yang membentuk karakter penghuninya. Ia berpendapat, untuk bahwa memiliki foto yang serba bagus, seseorang harus terhubung secara mendalam dengan orang lain. Lagi pula, selama ini hingga sekarang, fotografi akan selalu mengenai orang.
Falsafah hidupnya yaitu, Jalani Kehidupan Sebaik-baiknya, karena setiap orang diberikan kesempatan dalam hidupnya untuk menghargai dunia sebagaimana ia memandangnya.
"Saya memandang diri saya bukan sebagai fotografer murni, tetapi sebagai penghubung antara gambar yang disampaikan dan pemirsa yang melihatnya. Fotografi adalah media pilihan saya untuk menjembatani itu, sehingga keindahan dunia kita bisa menjangkau mereka."
Nick terus menggeluti penghayatannya dengan sebaik-baiknya, menghadirkan kehidupan yang ia lihat ke dalam bentuk still moment (waktu terpaku) yang memberi getaran senyap bagi insan di dunia tempat kita tinggal, entah itu di lingkungan pedesaan yang alami atau kota modern yang serbagaya.
Fotografi adalah tentang perjalanan. Tentang pencarian berbagai hal, menjelajah dan menghampiri subjek Anda. Inilah makna fotografi bagi saya. Ini bukan soal berdiri terpaku dan menunggu sampai ada sesuatu yang datang ke Anda. Tidak ada sesuatu apa pun yang datang ke Anda. Anda harus pergi dan mencarinya.
Saya menggunakan Sony RX1R II sebagai kamera pendamping di samping Sony Seri A7 yang saya miliki. Jadi ada dua kamera yang saya bawa.
Lensa 35mm standar yang dipasangkan ke bodi 42 megapiksel, menjadikannya sebagai kamera yang dahsyat untuk digunakan sebagai pendamping, atau bahkan kamera yang berdiri sendiri.

Bryan van der Beek

Bryan van der Beek adalah seorang fotografer komersial dan editorial yang memenangkan penghargaan, berkedudukan di Singapura. Berbagai gambar karyanya menjangkau Asia, Amerika Utara dan Eropa.
Sebagai mantan Jurnalis Foto Eksekutif di The Straits Times, Singapura, Bryan juga pernah bekerja dengan sejumlah surat kabar di Amerika Serikat. Foto karyanya telah muncul di sejumlah publikasi internasional, termasuk Time, Time Asia, Newsweek dan The Washington Post. Selain itu, foto karyanya, yang dikenal karena sensibilitas artistiknya, bisa ditemukan dalam koleksi permanen di Nasional Museum of Singapore. Sebagai lulusan Indiana University School of Journalism, ia pernah berceramah di School of Art, Design and Media di Nanyang Technological University, Temasek Polytechnic dan Objectifs Centre for Photography and Film.
Karyanya bisa dilihat di www.bryanv.com
Saya biasanya menggunakan seri Alpha untuk kerjaan, tetapi untuk berjalan-jalan dan mengambil gambar - fotografi jalanan - menurut saya, RX 100 V yang sempurna. Saya sebenarnya memiliki setiap pengulangan hingga ke titik ini - sungguh bagus dan rasanya, saya tidak akan berhenti.
Sony RX100 V?
Saya sungguh menyukai EVF, sesuatu yang bisa Anda bidik di bawah sinar matahari yang cerah dan tidak perlu cemas mengenai pantulan dan kilauan.
Secara pribadi, hal ini mengingatkan saya tentang gaya pemotretan sekolah zaman dulu, ketika Anda menghubungkan dengan subjek Anda melalui viewfinder.
Yang paling baik sih, ukurannya. Sangat kecil, tidak kentara dan Anda bisa datang ke tempat di mana orang di sana akan merasa tidak nyaman kalau Anda membawa kamera besar.
Dalam keadaan rendah cahaya pun, sangat bagus. Biasanya saya tidak suka membidik dengan lampu kilat, jadi, memiliki sensor yang bisa mendapatkan gambar yang saya inginkan, bahkan ketika cahaya tidak optimal, hal itu sungguh berarti.
Autofocus (fokus otomatis) kamera ini juga cepat dan tidak perlu memburu, jadi, saya tinggal menetapkan area yang ingin dibidik, fokuskan pada subjek, dan saya mendapatkan gambar yang diinginkan.

Tommy

Seorang fotografer gaya hidup yang penuh penghayatan dan pencinta kopi, Tommy adalah lulusan Communication Arts and Creative Advertising, yang kecintaannya terhadap fotografi tumbuh setelah ia menyelesaikan pendidikannya. Dengan beragam luas keterampilan memotret, pada saat ini, Tommy adalah fotografer dan produser video Baanjob Production, dan juga mengajar fotografi digital.
Saya memutuskan untuk menjadi fotografer saat masih mahasiswa di Bangkok. Minat itu terus tumbuh dalam diri saya tatkala saya mencurahkan perhatian saya pada buku ajaran dan ujian. Ke mana saja saya memandang, saya melihat berbagai tempat, orang dan banyak hal lainnya sedang menanti untuk dipotret.
Foto yang hebat memiliki kemampuan untuk menghentikan waktu, membawa Anda kembali ke pemandangan yang dilihat.
Momen sekilas yang sangat berharga ini hanya bisa diabadikan dengan kamera, dan hal itu bagi saya, adalah keindahan fotografi.
Sebagai fotografer gaya hidup, saya mengambil segala macam foto – ke mana pun saya pergi, apa pun yang saya lihat, dan segala yang saya lakukan.

Hoang The Nhiem

Hoang The Nhiem adalah seorang fotografer profesional yang mengkhususkan diri dalam bidang lanskap dan kehidupan sehari-hari. Ia mengawali karier fotografi profesional sejak tahun 1995. Dikenal sebagai King of Landscape, Mr Nheim adalah salah satu fotografer lanskap dan kehidupan jalanan yang paling tersohor di Vietnam. Ia juga adalah duta merek untuk Sony Alpha Vietnam selama beberapa tahun, dan ia menginspirasi orang-orang mengenai fotografi.
Setelah berkelana ke setiap tempat alam yang serba memukau di negara saya, serta di banyak negara lainnya di dunia, selama ini kamera full frame Sony selalu memberi saya gambar yang berkualitas tertinggi. Namun demikian, semenjak kamera saku RX10IV/RX100V diperkenalkan, saya baru sepenuhnya meraih impian, menangkap setiap saat dalam kehidupan biasa selama perjalanan saya, memburu berbagai gambar nan serba indah, yang tak ada habis-habisnya.
Fotografi selalu menceritakan kebenaran, dan menangkap momen kehidupan yang penting.
Saya sangat menyukai 2 tema fotografi: pertama, lanskap, dan kedua, mengabadikan orang-orang saat mereka menjalani aktivitas mereka sehari-hari.
Saran saya kepada mereka yang menghayati fotografi adalah, maju terus. Mulailah dengan mengamati dan meresapi keindahan dengan mempelajari berbagai teknik untuk mengabadikannya.