Lensa Sony FE 85 mm F1.4 GM adalah lensa utama semi-telephoto premium dari Sony dan lensa ini menghasilkan ekspresi bokeh cantik dan resolusi tinggi meskipun pada periferi dengan aplikasi lapisan Nano AR dan lensa XA.
Ini adalah lensa GM yang dibuat untuk fokus pada pengambilan gambar khusus, sehingga ini adalah lensa portrait premium yang dilengkapi dengan jarak fokus 85 mm dan apertur cerah sebesar F1.4 yang sempurna untuk pengambilan gambar potret dan menarik untuk banyak pengguna.
| Mount | SONY FE Mount (Correspond to Full Frame) |
| Focal length | 85mm (APS-C equivalent focal length 127.5mm) |
| Angle of view | 29' |
| Lens groups / Elements | 8/11(1 XA lens, 3 ED lens) |
| Maximum aperture | F1.4 |
| Minimum aperture | F16 |
| Minimum focus distance | AF 0.85m / MF 0.8m |
| Maximum magnification ratio | 0.12x |
| Filter diameter | 77mm |
| Aperture blades | 11 (circular type) |
| Correspond format | FF, APS-C |
| AF Motor | SSM(Super Sonic wave Motor) |
| Image stabilizer | Not support |
| Dimensions(Diameter X Length) | 89.5 x 107.5mm |
| Weight | 820g / 28.92 oz |
| Box contents | Hood (ALC-SH142), Lens front cap (ALC-F77S), Lens rear cap (ALC-R1EM), Case |
Lensa XA(Asperis Ekstrem)
Permukaan lensa asperis normal Permukaan lensa kasar dengan 0,01 mikron. Grafik merah di bagian bawah adalah gambar grafik bagian lensa asperis. Semakin kasar permukaan memberikan tanda pada jeruji roda di dalam ketika menampilkan bokeh.
Permukaan lensa asperis Ekstrem Lensa XA memoles permukaan lensa asperis dengan ekstrem dan menjaga permukaan halus bahkan pada 0,01 mikron. Grafik merah di bawah merupakan figur grafis bagian lensa XA. Hampir tidak ada tanda jari-jari yang muncul di bagian dalam karena permukaan yang halus saat menampilkan bokeh.
Lensa Sony FE 85 mm F1.4 GM adalah lensa tetap semi-telephoto untuk kamera mirrorless yang mengakomodasi Full-frame. Panjang fokal 85 mm menampilkan sudut pandang balik 29' jadi ini adalah lensa menarik untuk digunakan saat pemotretan portrait. Komposisi terdiri atas 11 elemen 8 grup lensa XA 1 set, 3 set lensa ED yang memungkinkan menampilkan bokeh yang indah, definisi yang hebat, dan kemampuan pengendalian aberasi, dan ditingkatkan melalui penetrasi dengan meminimalkan pantulan cahaya melalui lapisan Nano AR. Dengan apertur terang F1.4, sangat menguntungkan untuk pemotretan dalam ruang yang minim cahaya dan tampilan depth juga sangat bagus. Lensa ini memiliki fokal lebih panjang daripada lensa ZEISS FE 55mm F1.8 yang populer di kalangan pengguna seri a7, lensa ini juga menerapkan apertur terang yang menghasilkan gambar dengan depth of field maksimum. Motor AF memuat motor SSM dan menjadikan lensa fokus bergerak lebih cepat ketika mengambil gambar, dan ketika mengambil gambar film lensa fokus bergerak lebih lambat guna mengurangi efek goyang. Anda juga dapat mengubah nilai apertur dengan lembut menggunakan ring apertur pada lensa dengan apertur non-klik untuk pengambilan gambar film. Jarak fokus minimum AF : 0.8 m lumayan jauh, dan rasio makro 0.12 kali. Selain itu, fokus dalam dan weather sealing juga dibenamkan. Lensa SONY FE 85 mm F1.4 GM merupakan lensa semi-telephoto dengan yang memiliki bokeh indah dengan resolusi yang luar biasa bahkan pada periferi bahkan ketika memotret dengan apertur penuh F1.4 dalam a7RII yang merupakan kamera resolusi super dengan 42.4 juta piksel.
FE
Lensa SONY E-Mount yang mengakomodasi Full-Frame
GM
Lensa kelas tinggi dari lini produk SONY G
Lensa XA
Memoles permukaan lensa asperis dalam 0.01 mikron
Nano AR
Lapisan lensa SONY yang meminimalkan efek ghost yang disebabkan oleh tingginya rasio penetrasi dan pantulan
SSM
Super Sonic wave Motor
Panjang lensa 107,5 mm dan diameter maksimum 89,5 mm. Bentuknya besar dan berat sehingga seimbang ketika dipasangkan di seri a7II daripada seri a7 dan memberikan pegangan stabil.
Lensa berbobot 820 g dan berat total mencakup tutup depan, tutup belakang dan tudung lensa adalah 900 g.
Filter menggunakan 77 mm sebagai standar.
Dudukannya menggunakan material metalik sehingga memberikan daya tahan yang kuat, dan dudukannya dilengkapi dengan karet untuk mencegah benda asing masuk ke dalam saat lensa dipasang.
Ring fokus dilapisi bahan karet dan ring apertur menggunakan bahan metalik. Ring fokus yang berada di atas lebar dan sangat lembut sehingga pergerakan fokus lembut dan natural ketika mengambil gambar film dan ring apertur di bagian bawah memungkinkan menyesuaikan nilai apertur secara intuitif.
Lensa FE 85 mm F1.4 GM dilapisi dengan lapisan Nano AR yang meminimalkan efek ghost seiring bertambahnya cahaya yang masuk ke lensa, dan dengan penggunaan lensa XA menghasilkan resolusi tinggi dan bokeh yang indah.
Lensa ini memiliki 11 bilah apertur dari apertur iris yang baru dikembangkan sehingga menampilkan bokeh yang indah. Lensa umumnya memiliki 7 sampai 9 set bilah apertur tetapi lensa ini memiliki jumlah bilah apertur lebih banyak sehingga menampilkan ekspresi bokeh yang lebih lembut.
Mencakup segel karet di sekitar area dudukan, area utama lensa juga disegel, dan hal ini meminimalkan debu dan kelembapan untuk masuk.
Tombol tahan fokus diletakkan di sisi lensa sehingga memungkinkan pengguna memilih fungsi yang digunakan pada menu penyetelan kustom kamera. Fungsi yang tersedia beragam pada jenis kamera yang digunakan oleh pengguna.
Kamera mirrorless SONY diatur untuk menyesuaikan kontrol AF dan MF lensa melalui menu internal kamera, tetapi lensa FE 85 mm F1.4 GM memiliki tombol pengalih AF/MF di samping lensa sehingga pengguna bisa dengan cepat mengubah kondisi AF/MF.
Lensa FE 85 mm F1.4 GM menerapkan ring apertur di tuba utama lensa dan menggunakan fungsi CLICK sehingga Anda menyesuaikan apertur sebagai non-klik. Fungsi ini sangat berguna saat mengambil gambar film ketika Anda harus mengubah nilai apertur dan fakta ini menunjukkan bahwa lensa GM dirancang mempertimbangkan penggunaan untuk pengambilan gambar film. Jika Anda MEMATIKAN CLICK Anda dapat mengubah apertur tanpa repot.
Diameter filter dan jarak fokus minimum ditunjukkan dalam sudut internal di depan bagian bawah lensa ini, pada bagian bawah nama lensa dan informasi lain-lain yang ditampilkan. Ukuran filter lensa ini adalah 77 mm, dan jarak fokus minimum 0,85 m. Di bagian bawah lensa memiliki tuba utama yang menonjol sehingga ring fokus tidak secara langsung menyentuh permukaan ketika meletakkan kamera dengan dudukan.
Lensa ini menyediakan tudung ALC-SH142 dan tudung depang snap-on dan penutup belakang sama dengan tutup lensa E mount yang ada. Penutup tidak memiliki logo GM terpisah.
Terdapat perangkat penguncian pada sisi tudung sehingga tudung tidak berputar atau dibongkar ketika menggunakan lensa, dan bagian internal tudung dilapisi dengan velvet sehingga efektif mengontrol flare/ghost. Bahan karet diterapkan pada bagian depan tudung untuk sistem bantalan.
Lensa FE 85 mm F1.4 GM dilengkapi dengan wadah lensanya tersendiri, dan Anda dapat memasang tali di samping wadahnya sehingga mudah untuk dibawa-bawa. Busa lembut dipasang di dalam wadah lensa sehingga mengurangi guncangan saat membawa lensa.
Lensa FE 85 mm F1.4 GM menerapkan motor SSM. Kecepatan gerak AF, ketika diuji pada Sony a7RII, menunjukkan standar normal sebagai lensa kaliber besar yang memiliki apertur terang pada mode AF-S/AF-C, dan ketika mengambil gambar beroperasi dengan kontras AF dengan AF-C sehingga kecepatan drive melambat dan fokus bergerak lambat. Mengenai noise gerak, karena harus menggerakkan lensa kaliber besar, lebih besar daripada lensa mirrorless normal tetapi jika dibandingkan dengan lensa untuk DSLR, noise terlihat halus.
Lini lensa SONY dibagi menjadi lensa umum dan lensa kelas atas seperti lensa G dan lensa Zeiss. Lensa G adalah lini lensa kelas atas yang dikembangkan sendiri oleh SONY dan lensa ZEISS adalah lensa yang dikembangkan dan diproduksi dari ZEISS dan SONY bersama-sama. Lensa GM yang diperkenalkan kali ini kependekan dari lensa G master dan sampai saat ini menjadi lensa premium yang hanya menggunakan spesifikasi terbaik bahkan di antara lensa G.
Lensa GM adalah lensa premium yang dibuat dengan memperkenalkan teknik lensa terbaru dari SONY seperti lensa XA, lapisan Nano AR, dan motor DDSSM. Dibandingkan dengan lensa biasa yang definisi bagian pusatnya bagus tetapi definisi periferi jelek dalam apertur penuh, Lensa GM didesain untuk memberikan definisi yang luar biasa bahkan pada periferi sehingga dianggap sebagai dasar yang mempersiapkan tidak hanya untuk mengambil gambar tapi juga merekam film dengan definisi super tinggi lebih dari 4K. Saat ini baru tiga lensa yang diperkenalkan yaitu, FE 24-70 mm F2.8 GM, FE 85 mm F1.4 GM, FE 70-200 mm F2.8 GM OSS, tetapi karena SONY mendorong untuk memperkuat pembuatan kamera mirrorless yang dilengkapi dengan pengambilan gambar eksklusif definisi super tinggi, maka mereka akan terus memperkenalkan lensa-lensa baru.
Sifat lensa telephoto memungkinkan sudut pandang sudut balik 29' dan jarak fokus 85 mm pada kamera Full-frame, 85 mm telah lama menjadi sudut pandang yang populer untuk pemotretan portrait. Oleh karena apertur terang F1.4 pada semi telephoto 85 mm, memotret dengan bebas dengan depth of field dan juga menunjukkan definisi yang bagus bahan pada arpertur penuh sehingga dapat disimpulkan bahwa pilihan lensa SONY untuk kamera mirrorless Full-frame untuk pemotretan portrait menjadi lebih beragam.
Camera: SONY a7R II | Aperture: F1.4 | Shutter: 1/4000 Sec | ISO: 100 | Focal Range: 85.0mm
Camera: SONY a7R II | Aperture: F1.4 | Shutter: 1/5000 Sec | ISO: 100 | Focal Range: 85.0mm
Camera: SONY a7R II | Aperture: F1.4 | Shutter: 1/8000 Sec | ISO: 100 | Focal Range: 85.0mm
Lensa ini berguna saat mengamankan kecepatan rana dengan menerapkan apertur penuh F1.4, dan menunjukkan definisi bagus bahkan ketika menggunakan apertur penuh. Terkadang mengalami aberasi kromatis pada F1.4 bergantung pada subjek tetapi ketika dibandingkan dengan lensa 85 mm lainnya hal ini masih bagus.
Keuntungan terbesar dari lensa ini adalah fakta bahwa lensa ini menampilkan bentuk jelas dan permukaan yang bersih ketika menampilkan. Ini yang membedakan dari lensa normal lainnya yang menyebabkan ring kuat di sekitar rim atau dampak bawang pada sisi dalam saat menampilkan bokeh dan untuk menampilkan bokeh bulat yang halus menggunakan 11 set apertur bulat.
Tidak seperti lensa lainnya yang menggunakan 7 atau 9 set bilah apertur, lensa FE 85 mm F1.4 GM menggunakan 11 set bilah apertur sehingga menampilkan bokeh yang lebih dekat ke bentuk bulat.
Efek bawang yang disebabkan pada bagian dalam bokeh yang umumnya terjadi apda lensa umum adalah fenomena yang disebabkan oleh permukaan kasar dari lensa asperis yang digunakan untuk mengurang aberasi dan penyebaran cahaya tetapi lensa FE 85 mm F1.4 GM menerapkan lensa XA yang merupakan lensa asperis yang memiliki presisi permukaan terperinci sebesar 0.01 mikron dan menampilkan bokeh jauh lebih jelas.
Camera: SONY a7R II | Aperture: F1.7 | Shutter: 1/125 Sec | ISO: 2500 | Focal Range: 85.0mm
Camera: SONY a7R II | Aperture: F1.4 | Shutter: 1/100 Sec | ISO: 100 | Focal Range: 85.0mm
Camera: SONY a7R II | Aperture: F1.4 | Shutter: 1/60 Sec | ISO: 640 | Focal Range: 85.0mm
Camera: SONY a7R II | Aperture: F1.4 | Shutter: 1/1250 Sec | ISO: 100 | Focal Range: 85.0mm
Camera: SONY a7R II | Aperture: F1.4 | Shutter: 1/200 Sec | ISO: 100 | Focal Range: 85.0mm
Camera: SONY a7R II | Aperture: F1.4 | Shutter: 1/500 Sec | ISO: 100 | Focal Range: 85.0mm
Ini adalah lensa Full-frame dan menampilkan latar belakang memudar ketika melakukan pemotretan medium, dan menampilkan efek kedalaman ruang dengan baik ketika melakukan pemotretan portrait penuh. Ketika melakukan pemotretan apertur penuh F1.4, lensa memiliki efek memusatkan ke tengah karena menurunkan intensitas radiasi di sekitarnya. Lensa ini kuat dalam menampilkan latar belakang cantik yang memudar ketika mengambil gambar dengan implikasi teknologi dari simulasi bokeh selama proses perancangan tetapi juga kuat dalam menampilkan detail yang bagus di tempat yang tidak difokuskan.
Camera: SONY a7R II | Aperture: F1.4 | Shutter: 1/800 Sec | ISO: 100 | Focal Range: 85.0mm
Camera: SONY a7R II | Aperture: F1.4 | Shutter: 1/1250 Sec | ISO: 100 | Focal Range: 85.0mm
Seringkali melibatkan lampu latar ketika memotret dengan lensa ini yang menggunakan lapisan Nano AR yang meningkatkan penetrasi cahaya dan meminimalkan efek ghost yang disebabkan oleh pantulan sehingga ketika melakukan pemotretan lampu latar, memiliki tekanan lebih sedikit terkait faktor penghambat definisi seperti flare atau ghost.
Camera: SONY a7R II | Aperture: F2.8 | Shutter: 1/125 Sec | ISO: 125 | Focal Range: 85.0mm
Camera: SONY a7R II | Aperture: F2.5 | Shutter: 1/160 Sec | ISO: 250 | Focal Range: 85.0mm
Jarak fokus minimum baik sekitar 85 cm, dan perbesaran maksimum sekitar 0,12 kali.
SSM(Super Sonic wave Motor) yang tersedia pada lensa FE 85 mm F1.4 GM, untuk pemfokusan lebih cepat ketika pemotretan dengan motor AF bergerak cepat tetapi ketika gambar pemotretan lensa fokus bergerak lembut dan mendeteksi fokus sehingga tidak ada tekanan yang menyebabkan noise dan efek goyang tidak akan disebabkan oleh kegagalan AF sehingga kepuasan AF dalam pemotretan sangat tinggi. Kecepatan AF dan sensitivitas pada pemotretan gambar dapat disesuaikan pada penyetelan bodi kamera bergantung pada jenisnya.
Menampilkan definisi bagus dari tengah ke periferi mulai dari apertur penuh F1.4 hingga F16 ketika menggunakan A7RII yang memiliki 42.4 juta piksel sehingga Anda dapat memperoleh definisi bagus ketika mengambil gambar film. Lensa juga mendukung fungsi CLICK(apertur kontrol bebas) yang memungkinkan penyesuaian nilai apertur halus sehingga dioptimalkan karena lensa secara khusus digunakan untuk pengambilan gambar.
Camera: SONY a7R II | Aperture: F7.1 | Shutter: 1/200 Sec | ISO: 100 | Focal Range: 85.0mm
Camera: SONY a7R II | Aperture: F9.0 | Shutter: 1/250 Sec | ISO: 100 | Focal Range: 85.0mm
Camera: SONY a7R II | Aperture: F9.0 | Shutter: 1/250 Sec | ISO: 100 | Focal Range: 85.0mm
Camera: SONY a7R II | Aperture: F2.0 | Shutter: 1/1000 Sec | ISO: 100 | Focal Range: 85.0mm
Terdapat sedikit aberasi yang disebabkan pemotretan apertur penuh F1.4 tetapi jika Anda menyempitkan apertur hingga F2.0 akan mengembalikan resolusi dan memberikan kualitas stabil secara keseluruhan.
Camera: SONY a7R II | Aperture: F2.8 | Shutter: 1/200 Sec | ISO: 100 | Focal Range: 85.0mm
Camera: SONY a7R II | Aperture: F2.8 | Shutter: 1/800 Sec | ISO: 100 | Focal Range: 85.0mm
Terkadang ketika detail tidak ditampilkan dengan baik bahkan ketika Anda memperoleh fokus dengan benar karena kedalaman menjadi terlalu tipis ketika melakukan pemotretan close-up karena memiliki nilai apertur terang pada semi-telephoto. Pada saat tersebut, Anda dapat menghasilkan ketajaman dan detail yang bagus hanya dengan menyempitkan apertur ke F2.8.
Camera: SONY a7R II | Aperture: F11 | Shutter: 15 Sec | ISO: 100 | Focal Range: 85.0mm
Kemampuan pembatasan flare dan ghost hebat dan juga pemisahan cahaya juga sangat baik. Pembatasan aberasi juga bagus dan tampilan area highlight dan bayangan terperinci.
Bagan Resolusi ISO 12233 yang memberikan hasil paling jernih dari nilai apertur yang dianalisis dari Osram DULUX L 55W/954 (5400K, 3000LM), sebuah set yang terdiri atas 8 lampu.
Grafik yang digunakan | 450x760 mm ISO 12233 Grafik resolusi (Jarak antara grafik dan permukaan citra: Sekitar 152,5 cm)
Resolusi Area pusat (Panjang fokus 85 mm)
Resolusi Area sekitar (Panjang fokus 85 mm)
| a7R II | f1.4 | f2.0 | f2.8 | f4 | f5.6 | f8 | f11 | f16 |
| 85mm | 4000 | 4000 | 4000 | 4000 | 4000 | 4000 | 4000 | 4000 |
iST Solution Pro Image Analyzer S/W, Resolution, 85mmSony FE 85mm F1.4 GM, Sony A7RII
Petunjuk
Petunjuk pengukuran resolusi ditampilkan. Resolusi lensa menggunakan resolusi vertikal sebagai pengganti karena tidak memiliki hubungan dengan petunjuk pengukuran.
Maks-Min
Ini merupakan variabel yang menunjukkan nilai minimum kontras yang membedakan hitam dan putih. Mengurangi nilai mengizinkan deteksi yang mendetail. 10% yang digunakan untuk ulasan ini.
Siklus
Jumlah maksimal piksel yang dibutuhkan untuk menandai garis hitam putih yang dapat dibedakan ditampilkan. Siklus menurun saat resolusi meningkat
Hasil
Nilai resolusi ditandai sebagai LW/PH ditampilkan. Termasuk dalam jumlah maksimal garis hitam putih yang dapat dibedakan yang secara penuh mengisi ketinggian output atau nilai yang digandakan yang dipisahkan oleh siklus ketinggian output dan dipengaruhi oleh semua resolusi piksel kamera dan lensa Tes ini merupakan nilai yang diuraikan berdasarkan logika program yang mungkin memiliki perbedaan dengan nilai yang dapat diuraikan secara visual melalui angka yang ditentukan pada garis pedoman.
Lensa merekam resolusi sangat bagus yang melebihi definisi maksimum 4000LW/PH dari setiap interval mulai dari apertur penuh F1.4 hingga F16 pada A7RII sekitar 42,4 juta piksel. Sebagaimana definisi periferi, tidak bisa dikonversikan ke angka tetapi Anda dapat melihat bahwa levelnya sangat tinggi di setiap area apertur hanya dengan melihatnya. (LW/PH : Line Width per Picture Height, unit frekuensi spasial)
| Focal Length | 85mm |
| MAX.aperture No. | f/1.4 |
| Focal Length | 85mm |
| MIN.aperture No. | f/16 |
Sebagai lensa telephoto yang merespon 35mm Full-frame, lensa ini mendukung apertur penuh F1.4, dan apertur minimal juga sama dengan F16. Apertur maksimum merujuk pada nilai maksimum apertur penuh dan apertur minimum merujuk pada jumlah minimal apertur.
Faktor distorsi diukur dengan memotret Bagan Distorsi-TV, dibuat dengan standar rekomendasi IGAnalyzer, program analisis gambar digital
Kamera yang digunakan: Sony A7RII | Panjang fokus: 85 mm
Lensa ini menampilkan distorsi barel 0,44% dalam 85 mm. Dapat dinyatakan pembatasan distorsi sangat bagus terlepas dari ini adalah lensa tetap semi-telephoto.
Kamera yang digunakan: SONY A7R II | Panjang fokus: 85 mm | Mode fotografi: M | sensitivitas: 100 | Nilai Apertur: f/1.4~ f/22 | Kecepatan Shutter: Beragam | White balance: Tungsten | Remark: 35% Potongan Salinan Asli
Lensa ini dilengkapi dengan 11 bilah apertur yang menampilkan 22 Starburst. Pemisahan cahaya reguler ditampilkan setelah F4.0, dan seiring Anda menyempitkan apertur ujung pemisahan cahaya menjadi lebih tajam.
Kamera yang digunakan: SONY A7R II | Panjang fokus: 85 mm | Mode fotografi: M | sensitivitas: Beragam | Nilai Apertur: f/1.4~ f/22 | Kecepatan Shutter: Beragam | White balance: Auto | Remark: 40% Potongan Salinan Asli
Ini adalah lensa yang memilih apertur bulat sehingga bokeh cenderung mempertahankan bentuk bulat bahkan ketika apertur menyempit. Lensa menggunakan lensa XA yang memiliki presisi permukaan 0,01 mikron sehingga menampilkan bokeh, rim dengan jelas ditampilkan dan Anda dapat melihat bahwa deskripsi di dalam juga sangat bersih.
Kamera yang digunakan: SONY A7R II | Panjang fokus: 85 mm | Mode fotografi: M | sensitivitas: 100 | Nilai Apertur: f/1.4~ f/22 | Kecepatan Shutter: Beragam | White balance: Tungsten | Remark: 10% Potongan Salinan Asli
Vinyet paling besar pada apertur penuh F1.4 dan berkurang seiring apertur dikencangkan dan setelah F2.8 dampak hampir tidak terasa. Untuk kamera Sony, jika Anda menggunakan koreksi gelap melalui fungsi koreksi lensa melalui perangkat lunak Anda dapat mengurangi intensitas yang menurun pada radiasi periferi, tetapi hal ini hanya dapat dilakukan di gambar JPEG.
Amati flare dan ghost melalui hasil gambar yang diambil pada lampu malam buatan. Flare dan ghost secara keseluruhan sangat bagus, dan ukuran flare sangat kecil sehingga hanya sedikit tekanan terkait flare ketika memotret.
Lensa SONY FE 85 mm F1.4 GM merupakan lensa semi-telephoto E yang cocok dengan kamera mirrorless Full-frame. Karena ini pertama kalinya diperkenalkan sebagai GM, Produk lensa premium Sony baru, diaplikasikan dengan teknik lensa Sony terbaru seperti Lapisan Nano AR , Lensa XA, dan motor SSM, dll. Panjang fokal 85 mm memberikan sudut pandang 29 derajat pada kamera mirrorless Full-frame, ketika menggunakan kamera standar APS-C memberikan sudut pandang sebesar 19 derajat. Ini merupakan sudut pandang yang sangat populer untuk pemotretan portrait dan pertimbangan bahwa lensa dengan apertur terang di lini kamera mirrorless Sony mayoritas menggunakan sudut pandang standar, lensa ini menggunakan sudut pandang yang menarik bagi banyak pengguna. Komposisi lensa terdiri atas 11 elemen 8 grup, dan menggunakan 1 set lensa XA dan 3 lensa ED. Lensa hanya menggunakan satu set lensa XA yang memiliki presisi permukaan menit sebesar 0.01 Mikron pada lensa asperis, dan menampilkan tingkat terbaik tampilan bokeh yang indah dan jelas di antara lensa dengan tingkat sama dengan menerapkan simulasi bokeh pda tahap perancangan. Mudah menagamankan kecepatan rana bahkan dalam kondisi intensitas pencahayaan rendah karena nilai apertur cepat F1.4, memungkinkan depth of field yang bagus dan dangkal. Definisi menampilkan definisi kualitas sangat baik pada seluruh area per apertur sehingga sangat praktis dan vinyet ditampilkan pada apertur penuh dan berkurang hingga hampir menghilang setelah F2.8. Lensa ini menampilkan resolusi sangat bagus pada A7R II yang memiliki 42,4MP, dan menampilkan kualitas tinggi tidak hanya pada area tengah tetapi juga periferi sehingga sempurna sebagai lensa berdefinisi tinggi yang didukung bodi yang menghasilkan piksel sangat tinggi. Umumnya, hingga sekarang, lensa 85 mm sebagai lensa untuk penggunaan pemotretan portrait, menampilkan sisi lemah untuk definisi guna menampilkan bokeh indah dan latar belakang memudar tetapi lensa ini, demikian juga dengan menampilkan definisi yang bagus, juga menampilkan bokeh indah melalui lensa XA, 11 set apertur iris dan simulasi bokeh. Lensa ini sangat berarti dengan fakta bahwa sulit menampilkan kedua faktor dengan baik dengan menggabungkan keduanya dengan tepat. Motor AF memuat motor SSM dan motor ini menampilkan tingkat standar sebagai lensa ukuran besar yang memiliki apertur cepat ketika mengambil gambar dan ketika memotret kecepatan AF melambat dan fokus bergerak lembut sehingga tidak banyak tekanan terkait noise gerak ketika mengambil gambar film dan efek goyang hampir tidak terdeteksi sehingga lensa ini juga menarik untuk pemotretan film. Secara keseluruhan, lensa FE 85 mm F1.4 GM memuaskan fotografer dengan bokeh indah dan juga menarik bagi peminat gambar film dengan AF gambat sunyi dan Apertur Non-klik dan beberapa faktor menarik tersebut akan menjadikan lensa ini disukai oleh pengguna dari berbagai kalangan mulai dari pengguna umum hingga foto khusus dan para ahli film.
Langganan di YouTube
Klik Suka kami di Facebook
Ikuti kami di Twitter
Ikuti kami di Instagram